Selasa, 18 Mei 2021

Bocoran BLT UMKM BPUM Tahap 3, Cair Ke 3 Juta Pelaku Usaha Di Indonesia

Info Desa-Kabupaten Bogor - Berikut ini bocoran kapan BLT UMKM BPUM tahap 3 cair lagi ke rekening pelaku usaha serta cara cek penerima BLT UMKM 2021 lewat artikel ini.

Dapatkan link cek penerima BLT UMKM BPUM tahap 3 melalui eform.bri.co.id untuk memastikan sebagai penerima bantuan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pmerintah melalui Kemenkop memberikan bantuan BLT BPUM kepada pelaku UMKM.

Bantuan tersebut sudah memasuki tahap ke tiga yang cair pada 3 juta pelaku UMKM di Indonesia.

Sementara itu, anggaran APBN untuk BLT UMKM tahun ini sudah mencapai Rp15,36 triliun.

Rencananya, akan dicairkan kembali kepada ke 12,8 juta pelaku usaha UMKM di Indonesia.

Namun, pencairan BLT UMKM ini diberikan kepada pelaku usaha di tahun 2020 sebanyak 9,8 juta UMKM.

Halaman:

Editor: Sauqi Romdani

Dari pembagian tersebut, tersisa 3 juta pelaku usaha yang belum dibagikan dan direncanakan tahun 2021 bakal cair.

Besaran BLT yang diberikan kepada UMKM sebanyak Rp 1,2 juta. Jumlah BPUM itu lebih kecil dibanding tahun lalu yang mencapai Rp 2,4 juta, alasannya untuk perluasan penerima.

Pertanyaannya, kapan BLT UMKM BPUM 2021 cair lagi ke rekening pelaku usaha?

Berdasarkan keterangan Kemenkop UKM, keputusan soal BPUM ini cair ke 3 juta UMKM baru masih menunggu keputusan Menteri Keuangan, Sri Mulyani terkait anggaran yang diketok.

Bagi Anda yang ingin mengecek penerima BLT UMKM 2021 ini, Anda bisa mengecek dengan mengikuti arahan berikut ini:

  • Kunjungi laman eform.bri.co.id
  • Isi NIK e-KTP pada kolom yang disediakan
  • Masukkan kode verifikasi
  • Lanjutkan ke proses inquiry
  • Setelahnya akan ada notifikasi terdaftar atau tidak sebagai penerima BPUM (BLT UMKM) 2021.

Itulah bocoran kapan BLT UMKM BPUM tahap 3 cair lagi ke rekening pelaku usaha serta cara cek penerima BLT UMKM 2021

Senin, 10 Mei 2021

4 Fakta BLT UMKM Cair Sebelum Lebaran

Info Desa Bogor – Proses penyaluran Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau BLT UMKM 2021 tahap kedua saat ini sedang dalam proses. Seperti yang diketahui, batas waktu pengajuan pelaku usaha agar mendapatkan dana segar sebesar Rp1,2 juta terakhir 30 April 2021 yang lalu.

"Sekarang masih menunggu usulan dari dinas kab/kota sd tgl 30 April untuk diproses, disalurkan ke bank penyalur dan pencairan," kata Deputi Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Eddy Satriya kepada Okezone Selasa (27/4/2021).

Mengenai pencairan BLT UMKM 2021 tahap kedua, Okezone telah merangkum beberapa faktanya, Sabtu (8/5/2021).

1. Kemenkop Masih Proses Rekap Data, Pelaku Usaha Harap Sabar

Pengajuan BLT UMKM tahun 2021 tahap kedua telah ditutup pada 30 April 2021. Namun, pencairannya masih belum dapat dilaksanakan karena menunggu proses rekap data dari seluruh Dinas Koperasi dan UKM di Indonesia.

"Sekarang masih proses data dinas yang masuk sesuai dateline 30 April kemarin," kata Deputi Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Eddy Satriya kepada Okezone, Senin (3/5/2021).

Dia meminta kepada seluruh calon penerima untuk menunggu proses rekap data tersebut. "Mohon beri waktu sedang proses," ujarnya.

2. Pencairan Diupayakan Sebelum Lebaran

Kementerian Koperasi dan UKM memastikan bakal mencairkan BLT UMKM 2021 tahap kedua sebelum Lebaran, yang akan jatuh pada 13 Mei 2021.

"Rencananya, iya (sebelum Lebaran)," kata Deputi Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Eddy Satriya kepada Okezone, Selasa (4/5/2021).

3. Tanggal Pasti Pencairan Belum Bisa Dipastikan

Meski begitu, Eddy masih enggan membocorkan ihwal tanggal pasti penyaluran BLT UMKM tersebut. Dia mengaku hanya diberikan informasi dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) bahwa para pedagang sudah menerima BLT UMKM sebelum Lebaran.

"Dari KPC PEN demikian," ujarnya.

4. Pemerintah Akan Terus Gelontorkan Bantuan untuk UMKM Tahun Ini

Deputi Bidang Usaha Mikro KemenkopUKM Eddy Satriya menjelaskan meski ancaman dan tantangan pemulihan ekonomi nasional (PEN) kian berat, pemerintah tetap komitmen memberikan bantuan bagi pelaku usaha khususnya sektor UMKM untuk tetap bertahan.

Eddy menegaskan bahwa dukungan yang diluncurkan pemerintah pusat akan terus berlanjut. Bantuan itu seperti program restrukturisasi, pemberian subsidi bunga KUR dan non KUR, PPh final ditanggung pemerintah, imbal jasa penjaminan dan penyediaan dana bergulir bagi koperasi yang disalurkan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang merupakan Satuan Kerja dari KemenkopUKM.

Pemerintah juga dipastikan melanjutkan pemberian bantuan produktif untuk pelaku usaha mikro (BPUM) atau BLT UMKM di tahun ini. Dijelaskan Eddy bahwa anggaran BPUM yang telah disiapkan tahun 2021 ini sebesar Rp11,76 triliun yang akan diperuntukkan bagi 9,8 juta pelaku usaha mikro di seluruh Indonesia. Diharapkan akan ada tambahan untuk 3 juta penerima lagi.

5. Cara Cek Penerima BLT UMKM 2021 Lewat Bank Penyalur

Jika sudah mengajukan diri dan ingin mengecek apakah diterima menjadi penerima BLT UMKM, pelaku usaha bisa ikut langkah cek penerima BPUM di bank penyalur, yaitu Bank BRI dan BNI berikut ini, dilansir dari Instagram @kemenkopukm, Selasa (27/4/2021).

Bagi pelaku usaha yang menggunakan Bank BRI, pertama masuk ke laman https://eform.bri.co.id/bpum. Selanjutnya isi nomor KTP dan masukan kode verifikasi. Setelah itu klik proses inquiry lalu akan ada pemberitahuan apakah anda termasuk penerima BPUM atau tidak.

Sedangkan bagi pengguna Bank BNI, pertama masuk ke laman http://banpresbpum.id, lalu isi nomor KTP, pilih Cari, lalu akan ada pemberitahuan apakah anda termasuk penerima BPUM atau tidak.


Minggu, 09 Mei 2021

Pinjaman 100 Juta Tanpa Jaminan Untuk UMKM


Info Desa Bogor - Berikut ini cara dapat pinjam KUR Rp 100 juta tanpa jaminan untuk UMKM. Simak syarat dan tata caranya di bahwa ini.

Kabar gembira datang bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia. Pemerintah kini resmi menaikkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari semula Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta.

Kini para pelaku usaha kecil tersebut bisa meminjam biaya senilai Rp 100 juta tanpa jaminan. Selain itu, kredit untuk UMKM juga diperbesar menjadi Rp 20 miliar.

Penambahan nilai plafon KUR Rp 100 juta ini dilakukan sebagai langkah pemulihan ekonomi pada masa pandemi corona. Di samping itu, usaha kecil juga diharapkan mampu menjadi penopang ekonomi kerakyatan.

Bagi masyarakat yang ingin mengajukan KUR tanpa jaminan perlu memperhatikan sejumlah persyaratan. Berikut syarat dapat pinjam KUR.

Peminjam KUR harus merupakan individu dan bukan diwakilkan oleh lembaga seperti koperasi atau pemerintah desa.

Calon peminjam KUR diwajibkan sudah memiliki usaha yang berjalan minimal enam bulan.

Pemerintah tidak membatasi jenis usaha. Sebaliknya, tetap memperbolehkan meskipun usaha tersebut hanya dilakukan secara daring, seperti berjualan di toko online, media sosial, atau e-commerce misalnya Shopee dan Tokopedia.

Pinjaman KUR Rp100 juta juga berlaku bagi penyedia ride hailing seperti Gojek dan Grab.

Namun, calon peminjam tidak boleh dalam keadaan sedang menerima kredit dari perbankan keculi kredit konsumtif seperti KPR, KKB, atau kartu kredit.

Cara Dapat Pinjam KUR Rp 100 Juta

Bagi calon peminjam KUR Rp100 juta, setelah memenuhi syarat-syarat di atas bisa mendatangi kantor cabang BRI terdekat.

BRI merupakan salah satu bank penyalur KUR. Tahun ini, KUR ditargetkan mampu menyalurkan bantuan pembiayaan tanpa jaminan kepada 57 juta usaha ultra mikro.

Dilansir dari laman resmi BRI, bagi masyarakat yang ingin mengajukan KUR juga bisa dengan mengunjungi laman kur.bri.co.id.

Kemudian pilih Ajukan Pinjaman.

Pengguna diharuskan login menggunakan alamat email dan masukkan kata sandi jika sudah memiliki akun.

Namun, jika belum memiliki akun di laman tersebut bisa memilih menu Daftar.

Pendaftaran dilakukan dengan mengisi data diri untuk membuat akun baru.

Baca pernyataan yang diberikan oleh BRI lalu klik Setuju.

Isi formulir pengajuan yang diberikan oleh BRI secara online. Di antaranya berisi tentang profil anda, profil usaha, unggah dokumen, dan data pengajuan.

Demikian cara dapat pinjam KUR Rp 100 juta tanpa jaminan untuk UMKM.

Rabu, 05 Mei 2021

Pendaftaran BLT UMKM Rp1,2 Juta Dibuka Hingga 31 Agustus 2021, Hanya Golongan Ini yang Bisa Daftar

Pendaftaran BLT UMKM Rp1,2 Juta Dibuka Hingga 31 Agustus 2021, Hanya Golongan Ini yang Bisa Daftar

Info Desa Kabupaten Bogor-Pendaftaran BLT UMKM Rp1,2 juta berlanjut hingga 31 Agustus 2021, sayangnya Pemerintah hanya akan mencairkan BLT UMKM Rp1,2 Juta kepada golongan ini, segera cek data Anda agar masuk golongan yang mendapatkan dana hibah Banpres.

Masyarakat terutama pelaku UMKM di seluruh Indonesia masih punya kesempatan untuk dapatkan uang BLT UMKM senilai Rp1,2 juta dari Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2021 hingga akhir Agustus 2021.

Mengenai jadwal pendaftaran BLT UMKM Rp1,2 juta yang masih dibuka sudah disampaikan langsung oleh Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

Senator Jawa Timur itu mengingatkan, pendaftaran program BPUM yang masuk dalam program perlindungan sosial pemerintah saat pandemi Covid tersebut masih bisa dilakukan hingga 31 Agustus 2021.

Perlu diingat, pada pencairan BLT UMKM kali ini, pelaku usaha mikro akan mendapatkan BLT UMKM sebesar Rp1,2 juta setiap penerima. Jumlah tersebut memang menurun dibandingkan tahun 2020 lalu yang mencapai Rp2,4 juta setiap penerima.

Meskipun begitu, tidak semua pelaku UMKM dapat menerima pencairan dana BLT UMKM Rp1,2 Juta sebab ada seleksi tertentu yang pastinya berdasarkan persyaratan yang telah ditentukan.

BLT UMKM Rp1,2 Juta hanya akan dicairkan kepada golongan yang memenuhi persyaratan berikut ini:

Halaman:

Sumber: ANTARA

- Warga Negara Indonesia

- Punya Nomor Induk Kependudukan (NIK)

- Memiliki usaha mikro

- Bukan PNS, TNI, Polri, pegawai BUMN atau BUMD

- Tidak sedang menerima kredit atau pembiayaan dari perbankan dan KUR

- Bagi pelaku usaha mikro yang memiliki KTP dan domisili usaha berbeda dapat melampirkan Surat Keterangan Usaha atau SKU.

Syarat tambahan pada poin 6 berlaku bagi pelaku usaha mikro yang alamat usahanya berbeda dengan alamat domisili sebagaimana tercantum di KTP, maka dapat melampirkan Surat Keterangan Usaha (SKU).

SKU dapat Anda buat dengan mendatangi RT/RW tempat Anda tinggal kemudian meminta Surat Pengantar Usaha untuk membuat SKU Anda.

Surat Pengantar Usaha ini dapat Anda bawa ke Kelurahan/Kecamatan tempat Anda tinggal agar kemudian dibuatkan Surat Keterangan Usaha (SKU).

Setelah dirasa termasuk golongan yang berhak menerima bantuan dan telah memenuhi persyaratan, pelaku UMKM bisa langsung mengajukan diri ke pengusul yang sudah ditentukan agar bisa mendapat BPUM 2021.

Pengusul yang sudah ditentukan seperti Dinas Koperasi dan UKM, koperasi yang telah disahkan sebagai badan hukum, kementerian/lembaga, dan perusahaan pembiayaan lain yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Terkait penyaluran BPUM, LaNyalla juga meminta pemerintah untuk meneruskan program bantuan sosial kepada pelaku usaha mikro selama pandemi belum berlalu. Sebab sektor riil menurutnya adalah sektor yang peling terdampak karena adanya PSBB dan PPKM.

“Saat dilakukannya PSBB dan PPKM, pelaku usaha mikro secara otomatis tidak bisa lagi melanjutkan usahanya," jelas LaNyalla.

Nantinya, Jika pelaku UMKM dianggap layak menerima dana BLT UMKM Rp1,2 juta ini, uangnya akan ditransfer langsung ke rekening pendaftar.

Lalu bisa mendatangi langsung ke kantor Bank BRI terdekat dengan membawa dokumen yang telah diisyaratkan seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama lengkap, alamat tempat tinggal, bidang usaha, dan nomor telepon.***

© Copyright 2019 INFO DESA KABUPATEN BOGOR | All Right Reserved