Senin, 10 Mei 2021

4 Fakta BLT UMKM Cair Sebelum Lebaran

Info Desa Bogor – Proses penyaluran Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau BLT UMKM 2021 tahap kedua saat ini sedang dalam proses. Seperti yang diketahui, batas waktu pengajuan pelaku usaha agar mendapatkan dana segar sebesar Rp1,2 juta terakhir 30 April 2021 yang lalu.

"Sekarang masih menunggu usulan dari dinas kab/kota sd tgl 30 April untuk diproses, disalurkan ke bank penyalur dan pencairan," kata Deputi Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Eddy Satriya kepada Okezone Selasa (27/4/2021).

Mengenai pencairan BLT UMKM 2021 tahap kedua, Okezone telah merangkum beberapa faktanya, Sabtu (8/5/2021).

1. Kemenkop Masih Proses Rekap Data, Pelaku Usaha Harap Sabar

Pengajuan BLT UMKM tahun 2021 tahap kedua telah ditutup pada 30 April 2021. Namun, pencairannya masih belum dapat dilaksanakan karena menunggu proses rekap data dari seluruh Dinas Koperasi dan UKM di Indonesia.

"Sekarang masih proses data dinas yang masuk sesuai dateline 30 April kemarin," kata Deputi Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Eddy Satriya kepada Okezone, Senin (3/5/2021).

Dia meminta kepada seluruh calon penerima untuk menunggu proses rekap data tersebut. "Mohon beri waktu sedang proses," ujarnya.

2. Pencairan Diupayakan Sebelum Lebaran

Kementerian Koperasi dan UKM memastikan bakal mencairkan BLT UMKM 2021 tahap kedua sebelum Lebaran, yang akan jatuh pada 13 Mei 2021.

"Rencananya, iya (sebelum Lebaran)," kata Deputi Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Eddy Satriya kepada Okezone, Selasa (4/5/2021).

3. Tanggal Pasti Pencairan Belum Bisa Dipastikan

Meski begitu, Eddy masih enggan membocorkan ihwal tanggal pasti penyaluran BLT UMKM tersebut. Dia mengaku hanya diberikan informasi dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) bahwa para pedagang sudah menerima BLT UMKM sebelum Lebaran.

"Dari KPC PEN demikian," ujarnya.

4. Pemerintah Akan Terus Gelontorkan Bantuan untuk UMKM Tahun Ini

Deputi Bidang Usaha Mikro KemenkopUKM Eddy Satriya menjelaskan meski ancaman dan tantangan pemulihan ekonomi nasional (PEN) kian berat, pemerintah tetap komitmen memberikan bantuan bagi pelaku usaha khususnya sektor UMKM untuk tetap bertahan.

Eddy menegaskan bahwa dukungan yang diluncurkan pemerintah pusat akan terus berlanjut. Bantuan itu seperti program restrukturisasi, pemberian subsidi bunga KUR dan non KUR, PPh final ditanggung pemerintah, imbal jasa penjaminan dan penyediaan dana bergulir bagi koperasi yang disalurkan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang merupakan Satuan Kerja dari KemenkopUKM.

Pemerintah juga dipastikan melanjutkan pemberian bantuan produktif untuk pelaku usaha mikro (BPUM) atau BLT UMKM di tahun ini. Dijelaskan Eddy bahwa anggaran BPUM yang telah disiapkan tahun 2021 ini sebesar Rp11,76 triliun yang akan diperuntukkan bagi 9,8 juta pelaku usaha mikro di seluruh Indonesia. Diharapkan akan ada tambahan untuk 3 juta penerima lagi.

5. Cara Cek Penerima BLT UMKM 2021 Lewat Bank Penyalur

Jika sudah mengajukan diri dan ingin mengecek apakah diterima menjadi penerima BLT UMKM, pelaku usaha bisa ikut langkah cek penerima BPUM di bank penyalur, yaitu Bank BRI dan BNI berikut ini, dilansir dari Instagram @kemenkopukm, Selasa (27/4/2021).

Bagi pelaku usaha yang menggunakan Bank BRI, pertama masuk ke laman https://eform.bri.co.id/bpum. Selanjutnya isi nomor KTP dan masukan kode verifikasi. Setelah itu klik proses inquiry lalu akan ada pemberitahuan apakah anda termasuk penerima BPUM atau tidak.

Sedangkan bagi pengguna Bank BNI, pertama masuk ke laman http://banpresbpum.id, lalu isi nomor KTP, pilih Cari, lalu akan ada pemberitahuan apakah anda termasuk penerima BPUM atau tidak.


Minggu, 09 Mei 2021

Pinjaman 100 Juta Tanpa Jaminan Untuk UMKM


Info Desa Bogor - Berikut ini cara dapat pinjam KUR Rp 100 juta tanpa jaminan untuk UMKM. Simak syarat dan tata caranya di bahwa ini.

Kabar gembira datang bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia. Pemerintah kini resmi menaikkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari semula Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta.

Kini para pelaku usaha kecil tersebut bisa meminjam biaya senilai Rp 100 juta tanpa jaminan. Selain itu, kredit untuk UMKM juga diperbesar menjadi Rp 20 miliar.

Penambahan nilai plafon KUR Rp 100 juta ini dilakukan sebagai langkah pemulihan ekonomi pada masa pandemi corona. Di samping itu, usaha kecil juga diharapkan mampu menjadi penopang ekonomi kerakyatan.

Bagi masyarakat yang ingin mengajukan KUR tanpa jaminan perlu memperhatikan sejumlah persyaratan. Berikut syarat dapat pinjam KUR.

Peminjam KUR harus merupakan individu dan bukan diwakilkan oleh lembaga seperti koperasi atau pemerintah desa.

Calon peminjam KUR diwajibkan sudah memiliki usaha yang berjalan minimal enam bulan.

Pemerintah tidak membatasi jenis usaha. Sebaliknya, tetap memperbolehkan meskipun usaha tersebut hanya dilakukan secara daring, seperti berjualan di toko online, media sosial, atau e-commerce misalnya Shopee dan Tokopedia.

Pinjaman KUR Rp100 juta juga berlaku bagi penyedia ride hailing seperti Gojek dan Grab.

Namun, calon peminjam tidak boleh dalam keadaan sedang menerima kredit dari perbankan keculi kredit konsumtif seperti KPR, KKB, atau kartu kredit.

Cara Dapat Pinjam KUR Rp 100 Juta

Bagi calon peminjam KUR Rp100 juta, setelah memenuhi syarat-syarat di atas bisa mendatangi kantor cabang BRI terdekat.

BRI merupakan salah satu bank penyalur KUR. Tahun ini, KUR ditargetkan mampu menyalurkan bantuan pembiayaan tanpa jaminan kepada 57 juta usaha ultra mikro.

Dilansir dari laman resmi BRI, bagi masyarakat yang ingin mengajukan KUR juga bisa dengan mengunjungi laman kur.bri.co.id.

Kemudian pilih Ajukan Pinjaman.

Pengguna diharuskan login menggunakan alamat email dan masukkan kata sandi jika sudah memiliki akun.

Namun, jika belum memiliki akun di laman tersebut bisa memilih menu Daftar.

Pendaftaran dilakukan dengan mengisi data diri untuk membuat akun baru.

Baca pernyataan yang diberikan oleh BRI lalu klik Setuju.

Isi formulir pengajuan yang diberikan oleh BRI secara online. Di antaranya berisi tentang profil anda, profil usaha, unggah dokumen, dan data pengajuan.

Demikian cara dapat pinjam KUR Rp 100 juta tanpa jaminan untuk UMKM.

Senin, 01 Maret 2021

KUR Pertanian untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Salah satu tujuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yaitu meningkatkan kapasitas daya saing usaha mikro kecil dan menengah serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Keunggulan program KUR dibanding dengan kredit lainnya yaitu suku bunga yang rendah dan syarat agunan tambahan yang mudah. 

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, pihaknya terus berupaya mendorong peningkatan produktivitas petani. Salah satunya melalui penyaluran KUR untuk sektor pertanian dengan bunga sebesar 6 persen. 

“Tahun sebelumnya bunga KUR 7-8 persen, tapi sekarang menjadi 6 persen maka tidak akan memberatkan petani. Turunnya suku bunga KUR ini tentu menjadi angin segar bagi petani," ujar Mentan SYL, Jumat (26/2). 

Mentan SYL juga menegaskan, petani mendapatkan keringanan untuk membayarnya. Yakni dapat dibayar dan boleh dicicil pada saat produk pertaniannya sudah menghasilkan atau panen. 

“Ini tentu memudahkan para petani, misalnya petani mengajukan KUR Rp 50 juta (tanpa agunan) untuk modal usaha taninya yang berupa tanaman padi atau jagung. Lalu tanaman tersebut baru menghasilkan setelah kurang lebih tiga bulan. Jadi ketika sudah 3 bulan, mereka (petani) dapat melunasinya, bunganya hanya 0,2 persen atau sekitar Rp 8000 saja,” jelasnya.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Sarwo Edhy menambahkan, KUR pertanian dialokasikan untuk tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perkebunan. Target KUR 2021 total ada Rp 70 triliun. Cakupan area yang akan dialokasikan untuk pendanaan KUR meliputi seluruh petani dan pelaku agribisnis lainnya yang berada di 32 Provinsi seluruh Indonesia yang sudah terdaftar di bawah naungan regulasi yang sah sesuai dengan landasan hukum dan peraturan pemerintah.

“Pertanian adalah bisnis, salah satu parameter menjalankan bisnis adalah dengan modal dan pemerintah menyediakan modal melalui KUR dengan bunga rendah,” kata Sarwo Edhy.

Semenatar Direktur Pembiayaan Pertanian, Indah Megawati menjelaskan, ada beberapa jenis KUR yaitu KUR super mikro tanpa agunan tambahan, KUR mikro dan TKI tidak diwajibkan, KUR kecil sesuai penilaian penyalur KUR.

“KUR Supermikro senilai 10 juta tanpa angunan tanpa bunga, ayo cepat diambil," ujar Indah.

© Copyright 2019 INFO DESA KABUPATEN BOGOR | All Right Reserved