Minggu, 01 November 2020

Pinjaman 25-50Jt KUR tanpa anggunan, Petani Makin Minati

 

Info Desa Kabupaten Bogor - Manfaat Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diluncurkan Kementerian Pertanian (Kementan) benar-benar dirasakan petani. Hal ini pula yang menyebabkan KUR makin diminati, salah satunya oleh petani di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Hal itu dikemukakan Uju Juandi dan anggota Kelompok Tani Sinar Fauzan, Desa Sukaratu, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Menurut Uju, para petani anggota kelompok banyak yang mengambil pinjaman KUR, khususnya untuk modal awal usahatani. Pengembaliannya diharapkan juga cukup lancar.

“Alhamdulillah program KUR ini sangat membantu petani, khususnya dalam menyediakan permodalan di awal usahatani, yaitu biaya pengolahan tanah dan penanaman,” ujar Uju Juandi, yang sekaligus menjabat Collector Agent (CA) dari Kelompok Tani Sinar Fauzan.

Uju menuturkan, kelompoknya telah memanfaatkan dana KUR sejak tahun 2017. Dia mengakui, untuk pengembaliannya cukup lancar. Ini berkat dirinya selalu mensosialisasi dan berkoordinasi dengan anggota kelompok tani yang berjumlah 95 orang.

“Saya selalu menekankan kepada anggota bahwa dana yang disalurkan adalah dana yang wajib dikembalikan,” ungkapnya.

Namun, dia menyayangkan, KUR pada tahun 2020 ini agak sulit pencairannya. Kalau dulu, 1 sampai 2 minggu sudah cair. Saat ini, 1 bulan sejak pengajuan, baru dilaksanakan akad.

“Memang petani senang dengan adanya penurunan suku bunga menjadi 6%, namun kami berharap pencairannya bisa lebih dipermudah, khususnya waktu pencairan bisa dipercepat,” harapnya.

Penyaluran Lancar

Sementara, Kepala Seksi Prasarana dan Sarana Pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Garut Dudung Sumirat optimis serapan dana KUR di Kabupaten Garut bisa terealisasi 100% dari target.

Menurut dia, sebanyak 10% petani tanaman pangan di Kabupaten Garut sudah ikut program KUR. “Potensi lahan tanaman pangan di Kabupaten Garut cukup luas, yaitu 42.663 hektare (ha) untuk padi,  jagung 186.000 ha, dan kedelai 8.000 ha. Diharapkan penyaluran KUR tahun 2020 dapat mencapai target 100%,” ungkap Dudung.

Optimisme Dudung sangat beralasan karena sejak tahun 2018 penyaluran dan pengembalian dana KUR cukup lancar. Dana KUR tanaman pangan yang sudah tersalur tahun 2018 sebesar Rp19  miliar. Untuk tahun 2019 sebesar Rp20 miliar, dan tahun 2020 baru terealisasi sebesar Rp1,4 miliar dari target Rp50 miliar untuk tanaman pangan.

Dudung optimis, dengan hasrat yang tinggi petani Garut bisa memanfaatkan dana KUR ini dengan optimal, sehingga realisasi dapat terserap 100%. Permasalahan pengembalian pun dari petani diharapkan dapat diatasi dengan melihat pengalaman tahun 2018 dan 2019.

Salah satu kecamatan yang cukup besar menerima dana KUR adalah Kecamatan Banyuresmi. Endra, Kepala UPTD Kecamatan Banyuresmi mengatakan, alokasi dana KUR tahun 2020 di Kecamatan Banyuresmi sebesar Rp10 miliar.

Turunnya suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) akan menjadi angin segar bagi petani. Pasalnya, KUR untuk petani skemanya berbeda dengan KUR pada umumnya.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy Edhy menerangkan, petani mendapatkan keringanan untuk membayarnya, yakni dapat dibayar dan boleh dicicil pada saat produk pertaniannya sudah menghasilkan (panen).

“Ini tentu memudahkan para petani, misalnya petani mengajukan KUR Rp50 juta (tanpa agunan) untuk modal usaha taninya yang berupa tanaman padi atau jagung,” ujar Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy menambahkan, tahun ini pemerintah menurunkan suku bunga menjadi 6% per tahun dan tanpa agunan untuk pinjaman maksimal Rp50 juta. “Tahun sebelumnya bunga KUR 7%-8%, tapi sekarang menjadi 6%. Ini pasti tidak akan memberatkan petani,” katanya.

Kejar Serapkan

Kementan sendiri terus berupaya meningkatkan serapan KUR di kalangan petani. Pasalnya, KUR pertanian dinilai sangat produktif, terutama untuk komoditi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan.

Direktur Pembiayaan Pertanian pada Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana (PSP) Kementan, Indah Megawati mengatakan, salah satu strategi peningkatan penyerapan KUR pertanian adalah dengan mendorong pemanfaatan di sektor hilir.

“Kami mendorong pemanfaatan KUR untuk pembelian alat mesin pertanian (Alsintan),” ujar Indah dalam acara Sosialisasi Percepatan dan Penyaluran KUR di Soreang, Bandung, pekan lalu.

Menurut Indah, selama ini pemanfaatan KUR pertanian memang masih terkonsentrasi di sektor hulu atau budidaya. Padahal, KUR pertanian sektor hulu hanya sebatas KUR mikro dengan plafon Rp5-50 juta.

Sektor hulu, kata Indah, selama ini dianggap lebih mudah diakses karena tidak memerlukan agunan. Padahal, KUR dengan plafon besar pun sebenarnya akan mudah diakses jika digunakan untuk pembelian Alsintan.

“Plafon Rp500 juta ke atas pun bisa diakses. Soalnya ada agunannya berupa alat pertanian yang dibeli. Selain itu, bunganya tetap hanya 6%,” katanya.

Terkait alokasi sendiri, lanjut Indah, tahun ini pemerintah menyediakan dana KUR sampai Rp50 triliun untuk pertanian. Dengan strategi yang sudah diterapkan, saat ini sudah terserap Rp6 triliun.

Dia menyebutkan, Jawa Barat alokasi KUR pertanian mencapai Rp1 triliun. Dari jumlah tersebut sudah terserap Rp500 miliar. Target setiap provinsi mendapat Rp1 triliun untuk KUR di sektor pertanian.

Indah mengatakan, pada saat ini, pihaknya terus melaksanakan sosialisasi percepatan KUR. Dengan tambahan dana senilai Rp50 triliun di sektor pertanian, anggaran KUR meningkat menjadi Rp190 triliun dari Rp140 triliun.

KUR ini diarahkan untuk pembelian alat pertanian. Sehingga, kredit yang dipinjam oleh petani betul-betul bisa digunakan hal produktif. Pasalnya, serapan KUR di sektor pertanian sangat rendah.

Untuk mempercepat penyerapaan KUR, Kementan akhirnya memilih mengandalkan strategi sendiri. Salah satunya, melakukan pendampingan kepada petani dengan berbagai pihak. Mulai dari konsultan pembiayaan, klinik agrobisnis dan lainnya.

Untuk mendapatkan KUR pertanian pun syaratnya cukup mudah. Petani hanya diharuskan memiliki lahan garapan produktif, rancangan pembiayaan anggaran, dan sejumlah syarat untuk kepentingan BI Checking.

“Besaran pinjaman mulai dari Rp5 juta hingga Rp50 juta per orang. Tidak ada agunan dengan hanya 6% per tahun. Penyaluran KUR ini bekerja sama dengan bank milik BUMN,” tegasnya.

Meski begitu, KUR bukanlah bantuan atau subsidi dari pemerintah. Sehingga, dia menekankan agar nasabah KUR pertanian tetap membayar pinjaman. Jangan seperti KUR yang banyak macetnya. Ketua Tim Percepatan Penyaluran KUR Gus Rohim menyampaikan, dengan percepatan penyaluran KUR akan mempercepat produksi komoditi pertanian. Sehingga diyakini tidak sampai 5 tahun Indonesia akan mampu meningkatkan ekspor komoditas pertanian. 

Info : Putra Jaya Sukma
Sumber : agroindonesia.co.id

Minggu, 29 Maret 2020

Pemdes Ciasihan Melawan Covid 19

kabupatenbogor.com - Bertempat di Aula desa, Pemerintahan Desa (Pemdes) Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, membentuk Relawan desa melawan Covid-19 sebagai langkang pencegahan dan sekaligus memberi rasa tenang masyarakat, acara tersebut dihadiri Kepala desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua BPD dan Lembaga desa. Minggu, (29/03).
Dalam melakukan pencegahan virus corona, Menyemprotkan menggunakan mobil damkar, di bagi 2 team untuk penyemprotan pencegahan dengan menggunakan mobil untuk di titik Jalan raya, Untuk di titik jalan lingkungan menggunakan semprotan biasa, Agar desa Ciasihan terhindar dari penyebaran Covid 19. Ungkap kepala desa.
Ibu Lilih selaku kepala desa menjelaskan pembentukan Relawan ini sesuai dengan surat edaran Kementerian Desa, Pembangunan Daerah dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yang meminta agar seluruh desa yang tersebar diseluruh Indonesia untuk membentuk desa tanggap Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
” Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2020 tentang Desa Tanggap Covid-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai Desa. Surat edaran ini jadi acuan dalam pelaksanaan Desa Tanggap Covid-19 dan pelaksanaan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dengan menggunakan dana desa,” jelasnya.
Sementara Kepala desa Ibu Lilih dalam sambutanya menekankan agar Relawan ini agar langsung melakukan aksi tindakan pencegahan penyebaran virus dan memberikan info serta penjelasan terkait covid-19 terhadap masyarakat agar bisa memberi rasa tenang.
” Setelah dibentuk Relawan desa melawan covid-19 harus langsung bekerja melakukan tindakan pencegahan, pengawasan, sosialisasi dan tindakan terhadap segala hal yang berkaitan dengan covid-19,” tegasnya.

Relawan tersebut diketuai langsung oleh Kepala desa dan wakilnya Ketua BPD dengan anggota perwakilan staf desa, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama, Ketua TP PKK dan tokoh perempuan.


Reporter/editor : Putra Jaya Sukma


Selasa, 07 Januari 2020

PELATIHAN BUDIDAYA VANILLA





PELATIHAN BUDIDAYA VANILLA DAN ASPARAGUS

Untuk memenuhi kebutuhan lokal dan exspor vanilla/vanilli ke negara negara maju seperti asia JEPANG, TAIWAN, KOREA, HONGKONG, Eropa ITALIA, PRANCIS, AMERIKA, JERMAN, BELANDA. Dan negara maju lainnya, Kebutuhan vanilli/vanilla di negara lain sangat besar, Setiap negara di perkirakan dengan kebutuhan 5 sampai dengan 10 Ton perbulan, Indonesia sangat potensi menjadi salah satu pengexspor terbesar dunia karena cuaca sangat cocok untuk budidaya vanilli/vanilla, Hargapun semakin tahun semakin naik, Selain dengan harganya yang tinggi sebagai pembudidaya vanilla tidak akan khawatir dengan pasar karena buyer menunggu hasil panen serta bisa memilih target pasar sesuai yang di inginkan anggota budidaya vanilli/vanilla









Setelah sukses mengadakan pelatihan kepada kelompok tani di sukabumi yang saat ini sudah budidaya vanilla dan berhasil panen sesuai panen sesuai target, Maka kami mengundang bpk/ibu untuk bersama sama mengikuti pelatihan kemitraan yang bertujuan untuk kebangkitan dan kekuatan petani vanilli/vanilla indonesia serta pemanfaatan lahan kosong atau tumpang sari 

PESERTA DI BATASI 10 Orang

PENYELENGGARA
Bantuan Putra Jaya Sukma dan para pakar budidaya di indonesia di bantu oleh dinas perkebunan dan pertanian kabupaten sukabumi indonesia

DI HADIRI
  1. Media online dan media cetak bisnis
  2. Buyer Lokal dan Asia
TUJUAN
  1. Menciptakan pelaku pelaku budidaya vanilli/vanilla
  2. Menciptakan mentor/ketua kelompok di seluruh daerah
TEMA
  • Meraih sukses dan jadi kaya dengan budidaya vanilli/vanilla
MATERI PELATIHAN
  1. Cara kiat bisnis/exspor vanilla
  2. Kiat dan tehnik budidaya lengkap vanilli/vanilla
  3. Cara menghitung rugi/laba
METODE PELATIHAN
  1. Teori 1 hari ( Room )
  2. Praktek lapangan 1 hari
WAKTU
  • Sabtu s/d Senen ,Tgl 1-3 Februari 2020
DIBUKA PENDAFTARAN
  • Dibuka 02 s/d 24 Januari 2020
TEMPAT PELATIHAN
  • Farm - Cikidang Sukabumi Jawa Barat
FASILITAS
  • Sertifikat, Goodybag, Materi, ID Card, DVD Vidio, Snack Dan Makan, Surat Kemitraan
CARA PENDAFTARAN
  1. Mendaftar langsung ke alamat sekretariat
  2. Mendaftar delivery ( Petugas datang ke alamat, Khusus Jakarta, Bogor, Sukabumi )
  3. Mendaftar mengisi formulir di website
BIAYA PENDAFTARAN/Belum Termasuk Penginapan

Pelatihan berikutnya dengan biaya Rp. 4.000.000 Sudah termasuk penginapan 
  1. Rp. 3.000.000/Peserta Individu ( Belum Budidaya vanilla ) Syarat Biodata
  2. Rp. 1.000.000/Peserta Individu ( Sudah Budidaya Vanilla ) Syarat dan Survey Lampirkan SKU dan Foto Farm Vanilla
  3. Free Khusus Petani Dhuafa Syarat 1. SKTM 2. Copy KTP 3. Copi KK 4. Foto Rumah
CARA PEMBAYARAN
  1. Membayar langsung ke alamat sekretariat
  2. Membayar delivery ( Petugas datang ke alamat khusus Jakarta, Bogor, Sukabumi )
  3. Membayar via transfer melalui rekening penyelenggara
PEMBATALAN
  1. Jika pembatalan tanpa ada info satu minggu sebelumnya pelaksanaan maka dana tidak bisa di kembalikan
  2. Jika pembatalan dari penyelenggara maka seluruh dana akan di kembalikan kepada peserta dengan musyawarah bersama peserta dan penyelenggara
  3. Jika peserta tidak bisa hadir di waktu jadwal yang sudah di tentukan dana tidak di kembalikan, Akan mengikuti pelatihan berikutnya ( Mohon info 1 minggu sebelum pelaksanaan )
JAMINAN PASAR DAN KERJASAMA
  1. Perusahaan memberikan jaminan pembelian hasil vanilla dengan harga saat ini Rp. 400.000 s/d 500.000/kg dengan masa berlaku yang tidak di tentukan
  2. Mitra/Anggota/Kelompok jika mendapat pasar sendiri akan di bantu oleh perusahaan dalam hal kebutuhan produk atau pembiayaan untuk budidaya, Sesuai kesepakatan bersama sistem bagi hasil
JAMINAN UANG KEMBALI
  1. Jika dari penyelenggara/perusahaan tidak menjamin pasar setelah mitra/anggota/kelompok menghasilkan budidaya vanilla, Maka seluruh dana pelatihan akan di kembalikan
KONSULTASI GRATIS VIA TELP ATAU KUNJUNGI FARM
  • Contact : 081617272878 + 081295639133

    KUNJUNGAN KE FARM TANPA INFO TERLEBIH DAHULU TIDAK DI LAYANI



    Jumat, 06 Desember 2019

    Pentingnya Desa Memiliki Website dengan domain .DESA.ID


    Pemerintah desa sebagai lembaga pemerintah terdepan yang memberikan layanan kepada masyarakat, tidak bisa mengindari untuk tidak memiliki website desa, permasalahan mengenai tidak adanya sumber daya manusia untuk mengelola website tersebut harusnya tidak lagi menjadi alasan, karena semestinya sudah harus di upayakan. Apalagi Pemerintah kini meluncurkan ekstensi domain desa.id sebagai ekstensi domain resmi untuk website desa yang ada.
    Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah serius untuk memfasilitasi desa dalam mengembangkan layanan dan informasi berbasis website. Ada banyak manfaat website yang dapat membantu kemajuan desa, apa saja manfaat dan alasannya, mengapa pemerintah desa harus memiliki website dengan domain .DESA.ID ? Berikut informasi selengkapnya :
    • Sudah Diatur oleh Undang-undang
    Bahwasannya Undang-undang Desa sudah diberkakukan. Tepatnya pada tahun 2014. pada undang-undang tersebut sudah diatur tentang keterbukaan informasi publik di tingkat desa. Dimana warga desa berhak menerima informasi terkait kegiatan desa, baik dari segi anggaran, perencanaan pembangunan sampai kegiatan pemberdayaan masyarakat ( pasal 86 Undang Undang Desa Tahun 2014).
    Pemerintah Desa wajib menyampaikannya pada warga desa. Maka diperlukan alat bantu untuk menyampaikan informasi. Salah satu alat bantunya adalah penggunaan website. Pemerintah Desa bisa menyampaikan seluruh informasi publik di website tersebut. Sehingga ini akan menjadi lebih mudah, efektif dan efisien.
    • Mengenalkan dan Mengangkat Potensi Desa
    Website Desa sebagai alat mengenalkan dan mengangkat potensi desa. Selama ini desa selalu identik dengan keterbelakangan, ketertinggalan, dan tidak moderen. Ini disebabkan karena tidak adanya informasi terkait desa. Tidak adanya pengenalan kehidupan kultur, sosial budaya di tingkat desa. Sehingga keberadaan desa tidak terjamah oleh khalayak. Walhasil tidak banyak yang tau terkait potensi desa ini.
    Maka dari itu memiliki website desa adalah kewajiban bagi setiap desa. Karena dengan memiliki website, desa bisa mengenalkan dan mengangkat potensi desa yang ada.
    • Keterbukaan Informasi kepada Publik
    Mengapa memiliki website desa itu wajib, karena ini untuk keterbukaan informasi kepada masyarakat luas. Sebagaimana yang sudah di ulas pada poin pertama yang di atur oleh Undang-undang Desa. Keterbukaan informasi ini sangatlah penting. jika sebelumnya tidak seluruh warga desa tau apa saja kegiatan yang ada di desanya sendiri. tidak lain Ini disebabkan oleh karena minimnya informasi yang beredar. Sehingga dengan memiliki website, besar kemungkinan informasi yang ada di desa dapat dengan mudah di akses oleh warganya sendiri.
    • Pemberdayaan dan Perekonomian Desa
    pada poin ini berkaitan dengan poin tiga dimana apabila potensi desa dapat di angkat dan dikenalkan kepada pubik, besar kemungkinan akan meningkatkan pendapatan warga desa. Juga dapat memberdayakan warga desa yang ada. Sehingga dapat menumbuhkan ekonomi di tingkat desa. Maka dari itu memiliki website desa sangatlah wajib.
    © Copyright 2019 INFO DESA KABUPATEN BOGOR | All Right Reserved