Sabtu, 25 Juli 2020

KAB.BOGOR POTENSI LAHIRKAN MUSISI MUDA



Infodesa.kabupatenbogor.com -  Bertempat di SMKN 2 Cibinong, Kabupaten Bogor. Ibu Literasi pelajar Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil dan segenap jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov), menyelenggarakan Siaran Keliling (Sarling) edukasi daerah, Senin (25/2).

Kepala SMKN 2 Cibinong, Juniartini menjelaskan, dalam kegiatan Sarling ini, pihaknya menyuguhkan aneka penampilan musik, serta seni dari para pelajar SMA dan SMK.

“Kami sangat menyambut baik kegiatan Sarling ini. Terlebih kunjungan Ibu Gubernur Jawa Barat, untuk melihat secara langsung penampilan serta bakat seni para pelajar,” jelasnya.

Dipaparkannya, dalam acara sarling kemarin, tidak kurang dari lima jenis pertunjukan seni dipertontonkan para pelajarnya.

 “Mulai dari tari shaman, angklung, musik yang dimainkan oleh para pelajar berkebutuhan khusus, pencak silat, hingga orchestra SMKN 2 Cibionong dengan membawakan lagu Band Queen yakni, bohemian rhapsody,” papar Juni.

Sementara, Ibu Literasi Pelajar Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil mengemukakan, pihaknya sangat mengapresiasi pertumbuhan, dan pengembangan sekolah kejuruan musik.

Diakuinya, perlu dorongan dari segala pihak, guna menjadikan bidang kejuruan musik, dilirik para orangtua serta pelajar daerah sebagai pilihan kompetensi keahliannya.

“Dalam skala lingkup Jawa Barat, SMKN 2 Cibinong merupakan satu-satunya sekolah music klasik. Dimana mereka telah mecetak berbagai prestasi tingkat daerah, nasional, hingga internasional,” tutur isteri Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil itu.
 
Sambung Atalia, tidak lupa juga dirinya mengingatkan para pelajar daerah, agar tidak terporvokasi pada informasi hoax yang saat ini mewarnai jagat dunia maya.

“Hal tersebut sesuai dengan moto Pelajar Jabar yakni, cerdas, sehar, terampil, inovasi, dan juara,” tegasnnya.

Sumber : Disdikporlap

Kamis, 04 Juli 2019

PELEPASAN MURID SMK STATIKA DIBALUT BUDAYA


Infodesa.kabupatenbogor.com - Bertempat di halaman sekolah, puluhan masyrakat mendatangi SMK Statika, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Kedatangan para warga tersebut bukan untuk melakukan demo pasca PPDB. Melainkan menyaksikan penampilan pentas budaya dalam helaran pelepasan murid tahun ajar 2019/2020.

Wakasek Kesiswaan SMK Statika, Narulita menjelaskan, acara pelepasan ini memang dibuat sedikit lebih meriah. Dikarenakan tahun ini menjadi kali pertama sekolahnya, meluluskan peserta didik.

"Angkatan pertama sebanyak 15 murid, tentu untuk mengemas acara agar lebih berkesan. Kami mengadakan kegiatan seperti penampilan budaya yang dapat dilihat juga oleh masyarakat sekitar," jelasnya, Kamis (4/7).

Dikatakannya, dalam acara pelepasan tersebut sekolahnya menampilka beberapa seni budaya. Dengan mengusung konsep citarasa asli kasundaan Bogor Jawa Barat.

"Mulai dari tari tradisional, drama musikal roro jonggrang, pentas seni dari seluruh murid, hingga ada penampilan upacara adat sunda," papar Nrulita.

Sementara, Kepala SMK Statika, Heni Rohaeni mengatakan, dalam orasi ilmiahnya dirinya menyampaikan konsep pendidikan 4.0.

Menurutnya, para pelajarnya yang lulus harus berusaha melanjutkan jenjang pendidikannya ke tingkat perguruan tinggi. Dengan tujuan menambah ilmu pengetahuan sesuai dengan keinginan dan keahlianya masing-masing.

"Lulusan SMK tidak hanya disiapkan untuk langsung bekerja, melainkan juga bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Karena dari sisi softskill dan hardskill kompetensi memiliki kualifikasi yang sama," tandasnya.

Sumber : Disdikporlap

Senin, 01 Juli 2019

PENGAWAS SMP KABUPATEN BOGOR LESTARIKAN MUSIK DEGUNG



Infodesa.kabupatenbogor.com - Guna melestarikan seni budaya musik tradisional Degung khas Jawa Barat. Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, membentuk program lingkung seni Sunda Pengawas.

Ketua Program Lingkung Seni Sunda Pengawas SMP Kabupaten Bogor, Totoy Fadillah menjelaskan, program ini dibentuk sebagai sarana edukasi, serta pelestarian budaya musik tradisional di lingkungan Dinas Pendidikan.

“Melihat semakin menurunnya minat serta bakat, pada seni musik tradisional khususnya Degung saat ini. Membuat kami menginginkan adanya pelestarian yang dilakukan para tenaga pendidik daerah,” jelasnya, Senin (1/7).

Dikatakannya, program ini mulai digagas pada tahun lalu, dimana setiap pekannya para anggota rutin melakukan latihan bersama.

“Anggotanya sendiri terdiri dari sembilan pengawas yakni, H. Totoy Fadillah, S.Sn. M.Pd, Yeyen Suryaningsih. M.Pd, Hj. Dwi Lasmi Sutekiwati. M.Pd, Rizki Sandra. M.Pd, Dra. Hj. Rosmaini Ginting. M.Si, MM, Hj. Yuyu Yuhanah. M.Pd, Drs. Sumardiyanto. M.Pd, Dadih Suhendi. S.Pd.MM, Sachrom Sumardi. M.Pd,” papar Totoy.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Luthfie Syam mengatakan, pihaknya mendukung adanya pengembangan, serta invoasi kebudayaan yang dilakukan tenaga pendidik dan kependidikannya.

“Hal tersebut sesuai dengan konsep serta visi misi Bupati yakni, menjadikan Kabupaten Bogor sebagai daerah wisata serta, pengimpelentasian trobosan dalam bidang pendidikan. Diharapkan nantinya melalui program ini, bisa ditularkan kepada para guru dan pelaksana tugas lainnya di wilayah, agar menguatkan edukasi tradisional,” tandasnya.

Sumber : Disdikporlap

Jumat, 28 Juni 2019

TAMBAH WAWASAN MURID MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL



Infodesa.kabupatenbogor.com - Sebagai langkah edukasi dan melatih motorik murid. Sekolah Alam Indonesia Cibinong, menyelenggarakan kegiatan Funday dengan mengadakan perlombaan permain tradisional, Jumat (28/6).

Pembina Program Funday Sekolah Alam Indonesia Cibinong, Amelia Nurlatifah menjelaskan, kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan sekolah.
"Program Funday sendiri merupakan wahana edukasi anak, dengan menyajikan kembali budaya permainan tradisional daerah," jelasnya.

Dikatakannya, adapun permainan yang dilakukan diantaranya, menembak ketapel, balap karung, egrang batok kelapa, kelereng, hingga adu tangkas bermain lempar bola benteng.

"Permainan yang kamu pilih memiliki tujuan sendiri-sendiri. Dimana dalam setiap gamenya, cendrung berisi pelatihan motorik anak, sehingga sangat cocok bilamana diterapkan dikegiatan sehari-hari murid," papar Amelia.

Wakasek Kesiswaan Sekolah Alam Indonesia Cibinong, Dian Fitriana mengemukakan, kegiatan dilaksanakan hanya sehari, dengan melibatkan peserta dari unit Kelompok Bermain (KB), TK A-B, dan murid SD kelas I-V.

"Para murid sangat senang mengikuti kegiatan ini, terlebih saat ini sudah jarang anak-anak yang memainkan permainan tradisional," ungkapnya.

Sementara, Kepala Sekolah Alam Indonesia Cibinong, Rima Aulia berharap,melalui program ini pihaknya ingin mengedukasi anak-anak, terutama kaum milenial agar tidak melupakan budaya tradisional.

"Metode pelajaran seperti ini juga bisa dijadikan sarana edukasi. Karena permainan tradisional dinila lebih aktif, baik untuk motorik hingga sosial si murid," harapnya.

Sumber : DisdikPorlap

Kamis, 04 April 2019

FLS2N JENJANG SMP DITABUH


Infodesa.kabupatenbogor.com - Bertempat di salah satu hotel di bilangan Jalan Raya Puncak, Kecamatan Megamendung. Ratusan murid SMP mengikuti kegiatan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Kamis (4/4).

Kepala Seksi Kesiswaan SMP Disdik Kabupaten Bogor, Susilawati menjelaskan, kegiatan FLS2N merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan pemerintah, sebagai wadah pengembangan potensi kesenian. 

 "Tahun ini pelaksanaan FLS2N, dilaksanakan bersama dengan kegiatan lomba literasi daerah. Dimana terdapat terdapat 10 cabang mata lomba," jelasnya.

 Dipaparkannya, kesepuluh lomba tersebut terdiri dari gitar duet, story teling, musik tradisional, cerpen, pantun, disign poster, nyanyi solo, tari, cipta puisi, dan essay.

 "Kegiatan diikuti sebanyak 800 peserta dari SMP Negeri dan swasta. Dimana FLS2N akan dilakukan hingga tingkat Provinsi," tutur  Susi.

 Diakui Susi, dibandingkan tahun lalu kali ini, penampilan para peserta sangat maksimal mulai dari tari tradisional hingga seni musik.

 "Kami targetkan tahun ini minimal Kabupaten Bogor jadi juara umum, dalam FLS2N tingkat Jawa Barat," tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Luthfie Syam mengemukakan, pihaknya berharap dengan adanya aneka lomba tingkat daerah, mampu meningkatkan serta memotivasi para peserta didik agar mengembangkan potensi softskill.

Menurutnya, bakat serta minat pelajar daerah akan seni tradisional sangat tinggi, sehingga memungkinkan pengembangan prestasi dari sisi softskill.

 "Pada dasarnya sekolah diperbolehkan mengadakan, melakukan, dan pelatihan program pengembangan kesenian sesuai dengan kebutuhan. Dimana hal tersebut menjadi salah satu bidang ekstrakulikuler," pungkasnya.

Sumber : DisdikPorlap)

© Copyright 2019 INFO DESA KABUPATEN BOGOR | All Right Reserved